about

                  Seperti lagu Queen “Every one can sing..”, sama halnya menurut saya dengan photography, karena semua bisa “moto” dan notabene orang menyebutnya photographer, sampai2 ada sebutan photographer amatir dan photographer professional. Semua orang bisa memiliki peralatan dan perlengkapan photography dengan mudahnya, jika di dukung budget yang memadai, karena  tidak ada aturan tentang pembatasan pemakaian peralatan / perlengkapan bagi photographer amatir maupun professional, semua tersedia tanpa batas.  photography adalah hal yang menyenangkan dan tidak heran banyak yang mempunyai hobi ini, dan banyak yang memilih berprofesi di bidang photography ini, mungkin itulah asal mula sebutan photographer amatir dan photographer professional -  amatir jika hanya hobi, professional jika berprofesi resmi sebagai photographer. Saya tidak merisaukan sebutan2 itu, karena semua memiliki hasrat yang sama terhadap photography, yaitu berkarya seperti hasrat seorang seniman lukis yang berproses dalam menyelesaikan lukisannya.
               Terlepas dari tehnik2 photography yang tidak sedikit, dan juga tidak bisa di bilang mudah, hal ini memang penting namun saya tidak merisaukan pula dengan hal ini, karena semua bisa di pelajari tanpa terkecuali, selama kita punya rasa akan seni. Sebuah kesenian yang umum namun yang membedakan adalah hasilnya, dengan rasa kita bisa menilai hasil itu baik atau kurang, dan itu juga tergantung dari masing2 yang punya “rasa”, Seperti puisi, dimana penulisnya ada yang membiarkan si pembaca menafsirkan berbeda2 dari puisi tersebut, bahkan puisi ada yang sampai di pelajari secara detail dan menjadi sebuah mata kuliah khusus, itu tidak mengagetkan , karena kesenian itu tanpa batas, nilai nya pun juga tanpa batas.
Seperti juga photography yang bagi saya “is about sense and passion..”
Peace all..